UPDATE BERITA PKS:
« »
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

Kultwit Felix Siauw tentang Gerakan Islam

  1. banyak yang menanyakan dengan rasa takut | "banyaknya kelompok dan gerakan Islam hari ini, lalu kepada siapa kita mengikut?"
  2. ada baiknya sebelum kita menjawab dan menelaah | sedikit kita sampaikan hadits dari lisan yang mulia Rasullah
  3. "Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di zamanku, kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya" (HR Bukhari Muslim)
  4. maksud hadits diatas sudah tentu pasti | yaitu generasi terbaik adalah sahabat Nabi | mereka hidup satu zaman di zaman Nabi
  5. shahabat paling paham soalan Islam | mereka bertempur dan berdamai dengan Rasulullah | mereka menjalani kehidupan Islam siang-malam
  6. Allah menyifati semua shahabat dalam QS 48:18 | tentang ridha-Nya pada shahabat
  7. "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon" (QS 48:18)
  8. shahabat adalah generasi terbaik | dan tentu yang mengikutinya pun orang-orang yang baik | mereka disebut tabi'in (pengikut shahabat)
  9. bisa dimaknai juga bahwa tabi'in dalam bahasa english adalah followers | tabi'in bisa dimaknai the 'followers of the companions'
  10. siapa tabi'in ini? | yaitu generasi setelah shahabat yang mengikuti shahabat (companions of Rasulullah) | mulianya mereka
  11. tabi'in ini semisal | Sa’id bin Al-Musayyab (w 90H) atau Sa’id bin Jubair (w 95H) atau Al-Hasan Al-Bashri (w 110H)
  12. tabi'in ini juga punya pengikut (followers) | ini namanya tabi'ut tabi'in (follwers of the followers of the companions of Rasulullah)
  13. jadi yang dimaksud Rasul sebagai manusia terbaik itu ketiga generasi | 1) shahabat, lalu 2) tabi'in, lalu 3) tabi'ut tabi'in
  14. tabi'ut tabi'in ini semisal | Imam Malik bin Anas (w 179 H) dan Imam Abu Hanifah Nu'man bin Tsabit (w 150H)
  15. adapun murid-murid mereka semisal | Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i dan Ahmad bin Hanbal | insyaAllah termasuk yang mengikuti mereka
  16. inilah generasi shahabat - followers shahabat - followersnya followers shahabat | tiga generasi terbaik yang wajib diikuti kita
  17. tiga generasi terbaik ini juga dikenal sebagai generasi salaf (generasi terdahulu) | mengikuti manhaj (jalan) salaf berarti ikuti Rasul
  18. insyaAllah siapapun yang mengikuti generasi salaf akan selamat | karena hakikatnya mereka mengikuti Rasulullah saw
  19. lalu bagaimana dengan pertanyaan awal kita | "banyaknya gerakan, kemana mengikut?"
  20. jawabnya sederhana "ikutilah gerakan manapun yang beraqidah Islam dan bermanhaj salaf" | yang mengikuti tiga generas terbaik Islam
  21. perlu dipahami bahwa KEBENARAN itu satu | tapi yang mengambil KEBENARAN bisa jadi banyak | jadi gerakan yang benar bisa jadi tidak satu
  22. QS 3:104 Allah bolehkan adanya banyak gerakan yang dakwahkan Islam, amar ma'ruf - nahi munkar | asal berdasar itu, gerakannya benar
  23. apakah itu gerakan lokal seperti Muhammadiyyah atau Nahdhatul Ulama | insyaAllah mengikuti jalan salaf
  24. atau gerakan internasional semisla Ikhwanul Muslimin atau Hizbut Tahrir | insyaAllah juga mengikuti jalan salaf
  25. bila sama mengikuti jalan salaf, lalu mengapa tidak satu kelompok? | wallahua'lam mungkin inilah maksud Allah "berlomba dalam kebaikan"
  26. adanya ikhtilaf dalam memahami dalil, metode perjuangan Islam, dan cara perjuangan Islam | ini yang sebabkan beda
  27. tentu selama ada dalilnya, wajib penghormatan antar gerakan diberikan | insyaAllah fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan)
  28. sederhananya | bergabunglah dengan gerakan (harakah) manapun yang kita nyaman didalamnya | dengan visi dan aksinya dan berjuanglah
  29. beralasan banyaknya gerakan Islam, lalu kita tidak menggabungkan diri | justru sebuah kesalahan, karena dakwah jamaah itu wajib
  30. mengenai banyak kekurangan pada gerakan | ya wajar, jangan dijadikan alasan | bergabunglah dan jadilah contoh yang baik
  31. merapatlah dalam liqa, ramaikan halqah | dari situ dilahirkan Muslimin-Muslimah sejati | dari situ kebangkitan Muslim dimulai
  32. jauhi kaum liberal yang menolak pendapat 3 generasi terbaik | dekati gerakan manapun yang menyampaikan jalan 3 generasi terbaik
  33. kesimpulannya | KEBENARAN Islam bisa jadi ada pada banyak gerakan Islam | selama berpegang pada QS 3:104 dan 3 generasi terbaik
  34. silakan dipilih salah satu gerakan dan gabungkan diri | ikuti pembinaan rutin mingguannya | dan masuklah barisan pejuang Islam
  35. tumbuhkan kelembutan sesama saudara, ramaikan sapa dan salam sesama pejuang | berdiam dalam perbedaan dan bersorak dalam kesamaan
  36. jauhi celaan, perbanyak pujian | cari kebaikan, jangan keburukan
  37. jadilah pengemban dakwah terbaik, tanpa menyatakan yang lain jelek | berdewasalah dalam berIslam jangan layaknya kekanak
  38. sungguh Islam sedang perlukan -sangat perlukan- banyak jiwa yang berbaris | yang berlomba dalam kebaikan lalu ikhlas
  39. datangi gerakan-gerakan Islam atau pengemban dakwahnya di sekeliling kita | tanyai bagaimana caranya bergabung didalamnya
  40. bila cocok lanjutkan kajian, bila kurang cocok sila cari gerakan lain | tetaplah bergerak demi Islam, tetaplah bergerak hingga menang

Rabu, 09 Januari 2013

Gelem-geleme Koe Melu PKS



by: Khoirul Akhi


Sering sama ortu atau temen-temen kasih pernyataan ke ane :
"Gelem-geleme koe melu PKS, kesel-kesel ra dibayar kepara koe kudu ngetokke duit barang. Njur untunge opo?"
Terjemah bahasa Nasional:
(Mau-maunya ikut PKS, capek2 gak dibayar malah kamu harus ngluarin duit juga. Terus untungnya tuh apa?)

Ah, jika saja mereka ngrasain betapa nikmatnya memberi kemanfaatan pada banyak orang, tentu rame-rame mereka bergabung di barisan para pejuang yang berjuang gak semata-mata untuk ngejar kekuasaan aja, tetapi menggunakan kekuasaan itu untuk sebanyak-banyak kebaikan pada sesama.

Tujuan berkumpulnya awan bukanlah hanya turun hujan, tetapi suburnya tanaman.(Syarah Al-Hikam) 

Begitupula kita. Bergabungnya kami di PKS bukanlah hanya untuk menang, tetapi menjadikan kemenangan (kekuasaan) itu sebagai sarana menyejahterakan kehidupan. 

خير الناس أنفعهم للناس
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia..." 
[HR. Thabrani]

Selasa, 01 Januari 2013

Genggamlah Dunia


Menutup tahun 2012, saya berkesempatan tampil satu panggung bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Prof Miftah Faridl dan Aa Gym. Acara yang diadakan oleh Harian Umum Republika ini diselenggarakan di gedung Pusdai Bandung, dihadiri 8.000 orang lebih. Masing-masing pembicara tampil 30 menit. Sebagai pembicara terakhir saya tampil 90 menit.
Tampil terakhir membuat saya dapat menyimak saripati ilmu yang disampaikan tiga pembicara sebelumnya. Grogi dan malu menyelimuti pikiran dan hati saya ketika itu. Mengapa? Karena saya merasa, sayalah pembicara yang ilmunya paling rendah dalam acara muhasabah akhir tahun itu.
Banyak ilmu yang saya peroleh dari ketiga tokoh masyarakat tersebut. Sebagian ilmu itu akan saya bagi dalam tulisan hari ini dan esok hari. Pelajaran pertama yang saya peroleh, “Jangan cintai dunia berlebihan karena itu akan membuat kita gelisah.”
Prof Miftah Faridl mencontohkan orang yang pergi ke masjid menggunakan sandal. Satu orang menggunakan sandal biasa dan harganya sangat murah. Sementara  satu orang yang lain menggunakan sandal baru yang berharga mahal. Bila sandal kedua orang ini tidak dititipkan, mana yang gelisah saat mereka sholat di dalam masjid? Tentu orang yang sandalnya baru dan harganya mahal.
Begitulah gambaran dunia. Bila kita mencintai berlebihan maka hidup kita gelisah, memiliki sesuatu namun tidak bisa menikmati.  Hatinya selalu was-was dan gelisah, khawatir yang dimilikinya berkurang atau hilang. Orang-orang semacam ini adalah mereka yang sudah diperbudak oleh dunia.
Apa yang kemudian terjadi? Berbagai penyakit hati seperti pelit, kikir, serakah, mengedepankan gengsi, gila jabatan dan senang pencitraan akan bersemayam di dalam hati orang tersebut. Bila hal ini berlangsung lama, maka berbagai penyakit fisikpun akhirnya mudah datang menyerang. Oleh karena itu, jadikanlah dunia dalam gengaman Anda bukan memperbudak Anda.
Hidup ini pada hakikatnya sedang mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang abadi. Pastikan semua hal yang kita miliki bukan menjadi beban tetapi justru bisa menambah bekal di kehidupan nanti. Buat apa harta belimpah, bila justru membuat hati kita gelisah.
Buat apa karir dan jabatan tinggi, bila itu membuat kita menjilat yang atas, menyikut yang setara dan menginjak yang bawah. Buat apa kita populer, bila itu membuat kita menjadi tauladan keburukan bagi orang lain. Buat apa ilmu yang tinggi, bila itu membuat kita sombong dan angkuh.
Kalau begitu, apakah tidak boleh punya harta yang berlimpah, karir atau jabatan yang tinggi, menjadi semakin populer dan ilmu yang semakin banyak? Tentu boleh Anda memiliki dan mengejar semua itu. Namun pastikan itu bisa dijadikan bekal untuk kehidupan yang sesungguhnya yaitu kehidupan setelah kematian…
Oleh: Jamil Azzaini (inspirator)
Sumber : http://www.jamilazzaini.com/genggamlah-dunia/

Minggu, 30 Desember 2012

MANFAAT SIRIH MERAH



Dalam Dunia kesehatan , sirih merah memiliki multi fungsi untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Hal ini di percayai karena dalam sebuah penelitian mendapatkan bahwa banyak zat-zat yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit


Sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi
Sejak jaman dahulu tanaman sirih merah telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, selain itu sirih merah memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Sirih merah digunakan sebagai salah satu bagian pen-ting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ”ngadi saliro”. Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan menyembuhkan penyakit keputihan serta bau tak sedap.

Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini masih sangat kurang terutama dalam pengembangan sebagai bahan baku untuk bio-farmaka. Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya ber-dasarkan pengalaman yang dilaku-kan secara turun temurun dari orang tua kepada anak atau saudara ter-dekat secara lisan. Di Jawa, ter-utama di Kraton Jogyakarta, tanam-an sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat me-nyembukan penyakit ambeien, ke-putihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih merah inilah yang berfungsi sebagai anti mikroba.

Selain bersifat antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuh-kan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyem-buhkan penyakit hepatitis.

Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana pasiennya yang berobat sem-buh dari diabetes karena meng-konsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit.

Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi.

SIRIH MERAH OBAT KANKER
Kanker, terutama kanker payudara bagi sebagian besar orang adalah sebuah penyakit yang sangat menakutkan. Penyakit ini, biasanya adalah penyakit keturunan, sama halnya dengan diabetes, biasanya diturunkan melalui gen orang tuanya. Contoh, jika sang ibu terkena kanker payudara, biasanya keturunan kedua atau cucunya ada salah satu yang terkena penyakit menakutkan ini.
Tapi, jangan khawatir. Kata Rosululloh SAW, Semua penyakit ada obatnya kecuali pikun. Disini saya akan berbagi pengalaman, tepatnya bukan saya, tapi cerita dari Bapak Arief Kusniarto yang telah berbagi pengalamannya mengenai terapi sirih merah untuk mengobati penyakit kanker payudara. Cerita beliau tentang obat kanker payudara adalah seperti ini…

Annisa, Adik saya, perempuan, umur 33 tahun, menderita kanker payudara. Sebetulnya dia sudah lama merasakan adanya benjolan di dekat payudara, sejak lebaran tahun kemarin, tetapi karena tidak terasa sakit, maka diabaikan. Dan ketika saya bulan agustus tahun 2007 kemarin, ketika keluarga kami berkumpul, dia berkata bahwa benjolannya sedikit membesar, tetapi tidak terasa sakit, sehingga belum ada upaya untuk berobat ke dokter dan hanya diobati dengan cara tradisional, misalnya diolesi dengan minyak tawon, busa kayu, minum kunyit putih atau lainnya. Namun ketika pertengahan bulan puasa kemarin, sakitnya terasa sekali dan kesulitan menggerakkan tangan.

Dan dalam waktu 2 bulan, benjolannya membesar dari sebesar kelereng menjadi sebesar telur ayam, pada bagian pinggir payudara disebelah bawah ketiak. Ketika dibawa ke RS PMI bogor, dilakukan beberapa kali pemeriksaan dan dipastikan perlu dilakukan operasi untuk mengangkat jaringan kanker tersebut. Dari pengalaman RS PMI, pengangkatan mungkin agak susah mengingat jaringan kanker tersebut menempel pada jaringan tubuh yang lain. Diperkirakan, operasinya biasanya memerlukan waktu cukup lama, sekitar 5 jam. Kemudian untuk lebih yakin, adik saya memeriksakan diri ke RS Dharmais Jakarta dan diagnosanya adalah kanker payudara stadium 3, sudah merambat ke jaringan kelenjar ketiak, dan harus dioperasi dan dilanjutkan dengan kemoterapi paling sedikit 6 kali. Pada saat itu, adik saya merasa belum siap operasi (baik mental maupun biaya, karena biayanya cukup mahal) sehingga mencoba mengobatinya dengan pengobatan alternatif. Kebetulan pula, saya mempunyai tanaman sirih merah, yang sengaja saya bawa dari rumah mertua di Sragen. Waktu itu saya diberi tahu bahwa tanaman sirih merah dapat untuk mengobati kanker atau penyakit lainnya. Dan saya baca di beberapa referensi bahwa sirih merah mengandung anti biotik yang cukup tinggi. Saya pernah coba ketika sakit radang tenggorokan dan tidak sempat ke dokter, saya minum rebusan daun sirih merah satu lembar yang sudah di rajang halus dan direbus dengan satu gelas air selama 10 menit. Ternyata radang tenggororkan saya sembuh. Sehingga saya yakin bahwa sirih merah ini merupakan obat antibiotik alami. Sehingga sekarang kalo radang tenggorokan saya kumat saya minum rebusan sirih merah dan mengurangi minum obat kimia lagi.

Dari pengalaman tersebut, saya beri adik saya beberapa daun sirih merah. Satu lembar daun sirih merah dihancurkan seperti pasta, lalu diberi air mendidih satu gelas. Setelah dingin, di minum 2 kali sehari pagi sore. Reaksinya langsung terasa dua sampai tiga jam kemudian, daerah sekeliling benjolan terasa sakit sekali, tetapi bukan pada pusat benjolannya. Rasa sakit ini terasa sampai hari ketiga setiap kali sehabis minum sirih merah, setelahnya rasa sakitnya mulai terasa berkurang. Dan adik saya minum sirih merah ini selama 3 minggu sebelum akhirnya dioperasi pada tanggal 28 November kemarin. Operasi yang diperkirakan makan waktu 5 jam, ternyata bisa selesai lebih cepat, hanya sekitar 2 jam saja. Yang membuat mudah adalah jaringan kanker tersebut sudah mulai layu dan membentuk bulatan yang lepas dari jaringan tubuh, dan akar akar kankernya sudah mati diujung ujungnya, sehingga memudahkan dokter untuk mengambil jaringan akar karena sudah mati. Jadi, sepertinya pengobatan sirih merah ini mematikan akar akar jaringan kanker sehingga jaringan induknya akan mati karena supply nutrisinya dihentikan. Saat ini adk saya masih dirawat di RS PMI dalam masa pemulihan pasca operasi. Mohon doa restunya semoga cepat pulih.

Saya ingin share pengalaman ini, barangkali ada saudara atau teman dari rekan rekan sekalian mengalami sakit kanker, mungkin memakai pengobatan sirih merah menjadi jalan untuk mencapai kesembuhan. Dan jangan lupa berdoa, karena kesiapan mental berpengaruh sangat besar dalam proses penyembuhan. Saya baca juga bahwa sirih merah bisa membantu mengatasi diabetes melitus.

Oleh Agustin Naik Titin, SP


Kamis, 27 Desember 2012

ROAD to MAHAMERU 3.676 mdpl


Bagian 1: Hanya 2 Hari Menaklukkan MAHAMERU

Oleh : Kukuh Ahmad

Alhamdulillah sampai sekarang masih ada semacam rasa bangga ketika banyak pendaki yang takjub dengan waktu yang kami habiskan untuk menaklukkan puncak tertinggi di pulau jawa. Apa yang istimewa? Karena umumnya waktu yang dibutuhkan oleh para pendaki untuk menaklukkan puncak mahameru dari titik pemberangkatan di Ranu Pani sampai kembali lagi ke Ranu pani adalah 4 hari, paling cepat 3 hari. Nah, tim kecil kami melakukannya hanya 2 hari saja!.. Alhamdulillah Allahu Akbar!

Berangkat dari Ranu pani hari Kamis tanggal 15 November 2012 pkl. 09.00 WIB. Sampai di Ranu Kumbolo sekitar pkl. 12.00 WIB untuk melakukan sholat dhuhur dan ashar (di jama’) kemudian langsung melanjutkan perjalanan sampai pkl. 16.30 WIB kami berhenti di Kalimati. Disana istirahat, mengisi energi dan sholat maghrib-isya’ kemudian pkl. 23.00 WIB dari Kalimati kami memulai pendakian ke Mahameru. Alhamdulillah, sampai di puncak “kemenangan” pkl. 05.30 pada hari Jum’at tanggal 16 November 2012. Allahu Akbar!

Kemudian, sekitar pkl.06.00 WIB kami memutuskan turun dari Mahameru. Dan pada pkl. 14.00 WIB anggota kelompok kami yang terakhir tiba di ranu kumbolo. Nah mulai dari sini kami memecah menjadi 2 kelompok kecil karena personel kami ada yang lututnya cedera sehingga pergerakan agak terhambat. Kelompok pertama yang berjumlah 5 orang berhasil tiba kembali di Ranu Pani (start pemberangkatan) sekitar pkl. 16.00 WIB hari jum’at tanggal 16 November 2012. Dan kelompok kedua yang terdapat anggota tim yang cedera, terakhir tiba di Ranu Pani pukul 20.00 WIB.
Allahu Akbar! Kami menyelesaikan penaklukan semeru dalam 2 hari!

Tapi, saya yakin yang menghabiskan waktu hanya 2 hari untuk menaklukkan Mahameru bukan hanya kami. Walaupun sangat jarang sekali.

Baiklah, Mahameru itu adalah puncak tertinggi di pegunungan Semeru yang terletak di kabupaten Lumajang dan Malang. Ketinggiannya adalah 3.676 mdpl. Puncak itu sangat terkenal di kalangan para pendaki atau teman-teman pecinta alam karena disamping dia merupakan puncak tertinggi di Pulau jawa, jalur pendakiannya juga terkenal sulit dan ekstrim, jadi orang-orang yang berhasil sampai ke puncaknya semacam mendapat kebanggaan dan kehormatan di kalangan para pendaki. Selengkapnya tentang mahameru bisa dipelajari di internet.

Nah, saya akan menganggap itu sebuah kesuksesan karena itu adalah pendakian pertama kali saya di mahameru dan menghabiskan waktu yang lumayan singkat tidak seperti kebanyakan pendaki.

Inilah kunci suksesnya kenapa bisa menaklukkan mahameru dalam waktu hanya 2 hari saja dan di pendakian pertama.
1.           Mengawali dengan berdo’a, ketaatan pada Allah dan menjauhi maksiat.
Kami mengawali pendakian dengan do’a kepada Allah, karena Dia-lah pemilik alam semesta raya. Dia-lah yang memiliki Mahameru dan memiliki kekuasaan penuh terhadapnya. Dia-lah yang berkuasa untuk memerintahkan Mahameru “mengamuk” dan Dia juga yang berkuasa menenangkan gunung tertinggi di Jawa itu sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk kami daki.
Bukan jin, demit, gendruwo, kuntilanak dan sebangsanya yang kami mintai izin. Mereka semua juga makhluk-Nya. Kami izin mendaki dan berdo’a cukup kepada Allah saja penguasa kami dan segala makhluk di bumi.
Dan selama perjalanan, kami tak pernah meninggalkan sholat dalam kondisi apapun karena itu kewajiban kami sebagai hamba.
Dalam perjuangan untuk mewujudkan impian, seharusnya kita juga sama. Izin dan berdo’a kepada Tuhan yang menggenggam jiwa-jiwa kita.

2.           Dibimbing Oleh Orang Yang Sudah Berpengalaman
Jujur, sebagian diantara kami pun awalnya masih ragu-ragu dan saling bertanya-tanya apa benar-benar mungkin mendaki hanya 2 hari? Kami mendaki bersebelas orang, dan yang memandu kami adalah orang lokal (Lumajang) yang sebelumnya sudah mencapai puncak Mahameru. Sehingga kami memiliki gambaran rute yang jelas dan estimasi waktu yang lebih terukur untuk mensukseskan misi kami dengan efektif dan efisien.
Jadi kata kunci berharga yang bisa diambil adalah untuk sukses milikilah PEMBIMBING atau MENTOR yang tepat yang sudah pernah mencapai apa yang kita cita-citakan.

3.           Membawa Perbekalan Yang Minimalis
Kunci yang selanjutnya adalah membawa bekal yang tidak terlalu banyak, karena kami hanya merencanakan perjalanan selama 2 hari saja maka perbekalan yang dibawa pun lebih sedikit dari pendaki yang lainnya. Tentu saja semakin sedikit beban yang dibawa maka pergerakan akan semakin lincah dan praktis. Dan juga biaya yang dibutuhkan semakin sedikit.
Kunci sukses yang berikutnya adalah sukses membutuhkan perencanaan yang baik dengan pengetahuan yang akurat, karena itu akan berimbas pada jumlah sumberdaya yang dibutuhkan mengejar kesuksesan. Semakin akurat dan terukur dengan baik maka sumberdaya yang dibutuhkan menjadi semakin sedikit.

4.           Bernegosiasi Dengan Rasa Lelah Dan Nyeri
Sudah pasti, untuk menempuh waktu naik dan turun hanya 2 hari saja akan membuat tim kecil ini harus mengurangi waktu istirahatnya. Saya sendiri selama perjalanan hanya sempat tidur tidak sampai 2 jam di Kalimati (walaupun yang lainnya sempat tidur agak lama). Selanjutnya yang ada hanya bergerak dan terus bergerak. Walaupun lelah, lapar dan nyeri menggelayut, kami harus bernegosiasi dengan tubuh kami dan memaksanya sampai batas kemampuan yang tertinggi.
Kunci sukses yang berikutnya adalah ada HARGA atau pengorbanan yang harus di bayar dari setiap pencapaian kesuksesan. Dan untuk mendapatkan yang terbaik adalah dengan mengerahkan SEMUA POTENSI yang kita miliki sampai pada batas terakhirnya.

5.           Bekerja Dengan Tim
Sangat berat rasanya menaklukkan mahameru seorang diri, walaupun bisa. Dan begitu pula untuk sukses, sangat berat tanpa bantuan orang lain.
Akhirnya, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang kesuksesan dari pendakian Mahameru.

Rabu, 26 Desember 2012

Kejayaan Ummat Ini Ada di Tangan Kalian Wahai PEMUDA


Ibnu Abbas r.a. berkata: “Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (yakni antara 30-40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang ‘alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda saja. Kemudian Ibnu Abbas r.a. membaca firman Allah swt. dalam surat Al Anbiya ayat 60: “Mereka berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. (Tafsir Ibnu Katsir III, halaman 183)

Idealnya, seorang pemuda harus memiliki semangat yang hebat. Mengingat fisik mereka yang masih kuat. Dalam sejarah, usia para pemuda Islam yang pertama mendapatkan pembinaan di Daarul Arqaam rata-rata sekitar 20 tahunan. Yang paling muda adalah Ali bin Abi Thalib, waktu itu usianya masih 8 tahun hampir sama dengan Az-Zubair bin Al ‘Awwam. Kemudian dalam pembinaan Rasul itu masih ada Ja’far bin Abi Thalib yang saat itu usianya 18 tahun, Usman bin ‘Affan, usia 20 tahun, Umar bin Khaththab sekitar 26 tahun dan Abu Bakar As Shidiq yang sudah berusia 37 tahun saat itu. Dan masih banyak lagi para sahabat yang semuanya masih relatif muda usia. Mereka bersemangat dalam mengikuti pembinaan Rasulullah. Aqidah Islam yang ditanamkan Rasul mampu mengubah pola pikir mereka tentang kehidupan.
Bahkan dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Abdullah Ibnu Umar, yang masih berusia 13 tahun dan Al Barra’ ngotot ingin berperang bersama pasukan Rasulullah dalam perang Badar, namun oleh Rasulullah ditolak karena masih kecil. Tahun berikutnya pada perang Uhud, beliau tetap ditolak, hanya Al Barra’ yang boleh ikut. Barulah keinginannya yang tak tertahankan itu terpenuhi pada saat perang Ahzab, Rasul memasukkannya ke dalam pasukan kaum muslimin yang akan memerangi kaum musyrikin (Shahih Bukhari jilid VII, hal. 226 dan 302)
Semangat seperti inilah yang saat ini sulit ditemukan dalam diri pemuda Islam. Kalau pun ada itu hanya sedikit saja yang memilikinya. Jangankan untuk berjihad, dalam menuntut ilmu saja, pemuda kita sudah bosan dan tak bersemangat. Yang muncul justeru semangat dalam tawuran dan tindak kriminal lainnya.
Seorang pemikir dari Beirut, Musthafa Al Ghalayaini berkata: “Adalah terletak di tangan para pemuda kepentingan umat ini, dan terletak di tangan pemuda juga kehidupan umat ini.” Kemudian Musthafa Kamil, pemikir dari Mesir berkomentar: “Pemuda yang bodoh, beku (tidak punya ruh jihad) untuk memajukan bangsa, matinya itu lebih baik daripada hidupnya.” Rasanya, komentar-komentar yang dilontarkan para pemikir Islam ini tak mengada-ngada. Dan bukan pula menekan para pemuda. Justeru memberikan gambaran yang jelas bahwa pemuda yang ideal adalah yang mampu menjadi pelopor dalam kemajuan bangsanya. Bukan pengekor. Yang hanya menjadi sapi perah peradaban yang rusak.
Menyikapi peran pemuda, Imam Asy Syafii mengatakan bahwa: “Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).” Seorang pemuda harus memiliki ilmu dan ketakwaan, dan yang pasti, mereka harus menjadi kebanggaan umat. Harus menjadi teladan yang diidamkan siapa saja. Tentu saja, teladan dalam kebaikan, bukan dalam kejahatan. Sepertinya para pemuda mesti mencontoh Usamah bin Zaid yang masih muda belia, usianya 18 tahun saat diangkat menjadi panglima perang oleh Rasulullah untuk memimpin pasukan kaum muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yanag berada di bawah kekuasaan Romawi. Menakjubkan!
Tentu saja, untuk menghasilkan para pemuda pilihan seperti itu dibutuhkan pembinaan yang benar dan baik kepada para pemuda. Lingkungan keluarga wajib memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan kepribadian pemuda kita. Masyarakat dan negara pun perlu memberikan suasana kondusif bagi pembinaan pemuda. Memberikan pengawasan yang baik, bukan malah memberikan pengaruh buruk. Ilmu yang dibarengi dengan ketakwaan akan menjadikan para pemuda memiliki peran yang besar dalam kemajuan sebuah bangsa dan peradaban. Dan tak mustahil, akan menjadi pemuda idaman bagi umat. Wallahu’alam

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=508940272471389&set=a.192406337458119.50757.158262277539192&type=1

Selasa, 25 Desember 2012

Partaiku surgaku?


Oleh
Iqbal Abdur Rofiq




Partaiku surgaku? Itulah sebuah pernyataan yang berbalik menjadi pertanyaan, “kok bisa”. Merujuk kepada sebuah hadits Rasulullah baiti jannati (rumahku surgaku)sepertinya juga tidak begitu terkesan memaksakan menyematkan partai kita adalah surga kita, karena pada prinsipnya sebuah tandzim (organisasi) atau Hizb (partai) adalah sebuah rumah atau wadah tempat kita berhimpun merapatkan barisan dalam rangka mengorganisir kebaikan.

Saya lebih suka menyebut partai saya (PKS.red) dengan istilah tandzim daripada hizb karena menurut saya PKS bukanlah hanya partai yang berorientasi kepada politik dan kekuasaan tapi jauh lebih dari pada itu, PKS memiliki tujuan untuk membangun tatanan ummat atau istilah umumnya adalah masyarakat, dimana partai adalah sebagai rumah sekaligus benteng pertahanan untuk melindungi diri dari serangan musuh-musuh islam

Banyak sekali kegunaan rumah bagi seseorang. Ia adalah tempat makan, tidur, istirahat, dan berkumpul dengan keluarga, isteri dan anak-anak, juga tempat melakukan kegiatan yang paling pribadi dari masing-masing anggota keluarga. Allah  berfirman:



“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab : 33)


Jika kita renungkan keadaan orang-orang yang tidak memiliki rumah, yakni orang-orang yang hidup di pengasingan, di emper-emper jalan serta para pengungsi yang terusir di perkemahan-perkemahan sementara, niscaya kita memahami benar nikmatnya ada di rumah.
Begitu besar potensi ummat islam di negeri ini yang jika diberdayakan akan menjadi kekuatan yang dahsyat, akan tetapi banyak diantara mereka yang enggak untuk bergabung untuk membangun sebuah organisasi pergerakan (harakah) apalagi organisasi politik (hizb) dengan berbagai macam alasan diantaranya ada yang mengatakan politik itu kotor, lebih baik saya netral, bahkan ada yang apatis dengan mengatakan percuma, apapun yang dilakukan tidak akan membawa perubahan. Memang inilah krisis yang sedang dialami bangsa kita, saya sepakat dengan apa yang dikatakan Prof. Azzumardi Azra guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam sebuah media cetak nasioanal, beliau mengatakan bangsa Indonesia saat ini terjebak dalam keadaan Psycology of The Loser atau psikologi pecundang dengan karakter apologetik dan mudah menerima dengan keadaan dengan merasa percuma begini, percuma begitu apalagi masuk partai pasti ujung-ujungnya kekuasaan dan duit dan lain sebagainya itulah pandangan yang begitu banyak saya dapati di masyarakat sekitar kita.

Wahai kader dakwah kita harus yakin “we are on the rack place” inilah tempat yang kita pilih dari rumah inilah kita akan mendapatkan syurganya, apapun amanah yang kalian dapatkan, dimanapun pos kalian di tempatkan berusahalah menjadi yang terbaik, kita bangun rumah kita ini sebagai rumah yang teduh, rumah yang kokoh yang mampu melindungi orang-orang yang tinggal didalamnya dan bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya, bahkan kita mampu mengajak  dan mengingatkan mereka yang berusaha untuk merobohkan bangunan ini.

Kalian adalah orang yang dipilih Allah untuk terus bersama dakwah ini, dikala satu persatu aktivis berguguran meninggalkan kalian dengan seabrek amanah, tapi kalian masih setia menapakkan kaki. Berjuang menepis segala rintangan, menghantam gelombang yang datang. Tegar dalam badai, kudapati pada kalian wahai aktivis kader PK Sejahtera.

Kalian dipilih oleh Allah untuk terus berjuang lewat jalur siyasi. Banyak suara sumbang yang merobek gendang telingamu, menghentak dan menghempaskan perasaanmu. Saya tahu banyak air mata aktivis PKS yang bercucuran karena hinaan dan celaan yang begitu menyakitkan. Bahkan celaan itu dari mereka yang mengerti agama.
Wahai kader dakwah kerja-kerja amanah dari Allah bukan sebenarnya bebanan dari Allah untuk menyusahkan kita, tapi sebagai offer tiket pantas untuk ke surga

Menikahlah lalu Berpahala

semerbak dunia biar diganti wewangi surga, 
pikat dunia biar kalah oleh ridha-Nya
sabarlah sebentar saja, hingga akad halalkan semua
tahan lisan dari kata yang belum semestinya, 
tahan pikir dari asa yang tak seharusnya 
bila nikah terlaksana, berucaplah sepuasnya
puaskan memandang sebelum akad adalah racun mata
dan banyak berangan-angan sebelum nikah sebabkan hati buta
laksana bunga yang mekar pada waktunya, begitulah kasih matang pada masanya
jangan terburu-buru lalu dipaksa, khawatir ia justru ternoda
ini bukan nasihat ayah pada anaknya, namun perintah Allah pada hamba-Nya
sendirilah dan jauhi dosa, atau menikahlah lalu berpahala

Oleh : Felix Siauw

Jumat, 21 Desember 2012

Tidak Perlu Menunggu Hari Ibu


Hari Ibu mempunyai sejarah yang berbeda untuk setiap negara dan tanggal pelaksanaannya pun berbeda. Di Bangladesh, Hari Ibu diselenggarakan pada minggu kedua bulan Mei. Beberapa ibu diberi “Ratnagarwa Ma Award“ yang ditujukan untuk mengakui seorang ibu dan peran penting yang mereka mainkan di masyarakat Bangladesh. Di Inggris dan Irlandia, Hari Ibu disebut dengan istilah Mothering Sunday yang jatuh pada minggu ke empat bulan Lent, tepatnya 3 minggu sebelum hari Paskah. Negara Afrika mengadopsi konsep Hari Ibu dari tradisi orang-orang Inggris. Sedangkan untuk Indonesia sendiri, Hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia diawali dari pertemuan para pejuang wanita, dengan mengadakan Kongres Perempuan yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 22-25 Desember 1928. (tahun yang sama dengan Sumpah Pemuda). Pada tanggal 22 Desember 1928 organisasi-organisasi perempuan (didirikan tahun 1912 yang diilhami oleh para pahlawan wanita abad-19 seperti Cut Nyak Dien, Cut  Mutiah, R.A Kartini, dkk), membentuk Kongres Perempuan yang dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Kongres ini bisa dikatakan merupakan imbas dari peristiwa Sumpah Pemuda kepada kalangan perempuan, terjadi hanya sekitar 2 bulan setelahnya. Ada semacam semangat dan tanggung jawab untuk menyamakan derap agar dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara.  Presiden Soekarno kemudian menetapkannya melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959, bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Hari ibu di Indonesia adalah sebuah peringatan tentang semangat dan perjuangan perempuan-perempuan Indonesia, apakah  ia seorang ibu, seorang istri, atau  yang belum menjadi ibu, tidak akan pernah menjadi ibu, dan bukan seorang istri, dalam  upaya perbaikan kualitas bangsa ini.

Semangat hari ibu di Indonesia sebenarnya lebih sarat dengan pesan pemberdayaan, dan bukan sebaliknya sekadar ungkapan cinta dan penghargaan kepada ibu yang sudah seharusnya dilakukan setiap saat, tidak harus menunggu  momen yang datangnya hanya sekali dalam setahun, dengan simbolisasi penghargaan yang tidak sepadan pula.
Memang tidak ada yang salah dengan kemuliaan seorang Ibu. Islam, sejak keberadaannya dan sejak dibawa oleh Rasulullah, telah meletakkan posisi seorang ibu sangat tinggi. Ibu, ibu, ibu, baru kemudianlah seorang ayah, yang wajib dihormati oleh seorang anak, begitu hadits Rasulullah SAW yang sudah terkenal. Pemuliaan kepada seorang ibu terjadi setiap waktu, bukan hanya satu hari saja. Bahkan Allah SWT mengabadikan perintahnya dalam QS. Al Ahqaaf 46:15, ”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)…”.

Sebuah kalimat bijak yang mengungkap bahwa, ibu sebagai tiang berdirinya negara. Negara dapat tegak berdiri karena berdirinya sekelompok manusia yang semakin hari semakin banyak jumlahnya, dan bertebaran di berbagai belahan dunia. Jumlah kelompok yang banyak itu semuanya terlahir dari rahim kaum ibu.

Tugas keibuan sebenarnya adalah tugas yang full time, bukan berarti ayah sebagai pencari nafkah tak ikut serta bertanggung jawab. Tidak ada satu jenis pekerjaan pun yang dapat merampas seorang ibu dari tugas keibuannya, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengambil alih tugas keibuan tersebut (Dr. A. Majid Katme).Pernyataan tersebut memuat penghargaan tentang peran ibu yang dinilai sebagai peran yang tak tergantikan. Mengapa peran ibu tak tergantikan? Karena ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Pertumbuhan generasi suatu bangsa pertama kali berada di tangan ibu. Di tangan seorang ibu pulalah pendidikan anak ditanamkan dari usia dini.

Karena begitu pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai sejak dini, maka diperlukan ibu yang cerdas. Proses pewarisan nilai kepada generasi baru senantiasa memerlukan keteladanan dari pelakunya. Artinya, untuk melahirkan sebuah generasi baru yang unggul dan berkualitas, memerlukan sosok ibu yang berkualitas dan cerdas. Para ibu inilah yang akan sanggup melakukan pewarisan nilai-nilai kebaikan secara generatif kepada anaknya.

Sosok ibu yang cerdas itu bukan hanya cerdas secara nilai-nilai akademis, namun juga diharapkan cerdas secara emosi, akhlak dan spiritual. Karena seorang ibu bukan hanya menghadirkan anak-anak yang cerdas saja, melainkan melahirkan anak-anak yang optimal dari berbagai segi: biofisik, psikososial, kultural dan ruhiyah.

Untuk menjadi ibu yang cerdas, diperlukan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Selain dorongan dari ibu itu sendiri dan keluarga, peran pemerintah atau negara dalam memfasilitasinya sangat diperlukan, karena generasi yang berkualitas akan menjadi ujung tombak suatu negara. Tidak sedikit tokoh yang sukses karena peran seorang ibu yang cerdas di belakangnya.  Mungkin nama para ibu ini tidak pernah tercatat dalam sejarah. Namun anak-anak mereka tercatat dengan tinta emas.  Dan itu cukup menjadi bukti eksistensi ibu.

Dalam hal ini, pemerintah memiliki tugas penting, yaitu menjamin agar ibu bisa menjalankan peran keibuannya dengan sempurna.  Bukan malah mendorong ibu untuk bekerja ke luar negeri dengan memberikan julukan pahlawan devisa.  Itu sama artinya negara ini tengah menjual masa depannya.

Tugas negara pula untuk menjamin pendidikan para ibu. Pendidikan dengan kurikulum yang tepat.  Agar para ibu tidak hanya menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya.  Namun sesungguhnya, ibu punya tanggung jawab besar di pundaknya untuk masa depan bangsa.  Maka, memang tidak salah kalau dikatakan perempuan adalah tiang negara.  Bila tiang itu roboh, maka tunggulah waktu keruntuhan negara tersebut.

Bila harus menuliskan bagaimana kasih sayang ibu tercurah, mungkin perlu berjuta-juta kalimat. Itu sebabnya seluruh negara di dunia memiliki tanggal masing-masing untuk memperingati Hari Ibu. Namun, tidak perlu menunggu Hari Ibu untuk menyatakan rasa sayang pada ibu kita. Tidak perlu menunggu Hari Ibu tiba untuk memberi beliau hadiah. Tidak perlu menunggu Hari Ibu untuk merayakan Hari Ibu, karena setiap hari kita sudah merayakannya dengan mendoakannya (yang merupakan sebuah kado indah untuk ibu kita). Dan, tidak perlu menunggu hari Ibu tiba, untuk sekadar mengucapkan ‘I Love u, Mom…’.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/25279/tidak-perlu-menunggu-hari-ibu/#ixzz2FjxEf0xa

Minggu, 20 November 2011

Apakah Budi Menjadi Dalang Kerusuhan Papua ?

“Bagaimana bisa kurikulum Jawa diterapkan di Papua?” tanya seorang peserta Diklat Kepempinan di Jayapura, Sabtu 19 Nopember 2011 kemarin. Ia berasal dari Merauke.

“Apa contohnya?” tanya saya penasaran.

“Misalnya pelajaran membaca. I-ni Bu-di. I-tu i-bu Bu-di. Itu kan nama Jawa, di Papua tidak ada nama Budi. Harusnya disesuaikan dengan muatan lokal Papua, seperti nama-nama masyarakat Papua”, jawab peserta tersebut.


Tentu saja itu hanya contoh sederhana. Bagaimana anak-anak Papua menghafal nama Budi, padahal itu bukan bagian nama mereka. Coba baca nama tokoh-tokoh Papua, seperti Silas Papare, Yorrys Raweyai, Frans Kaisiepo, Lukas Enembe, Barnabas Suebu, Izaac Hindom, Jacobus Solossa, Freddy Numberi dan lain sebagainya. Tentu tidak sama coraknya dengan Budi Utomo atau Bambang Mintorogo.

Problem yang lebih mendasar tentu saja adalah kualitas pendidikan di wilayah Papua. Yang berada di wilayah perkotaan seperti Jayapura, Timika, Biak, atau Sorong saja, kualitas pendidikannya masih memprihatinkan. Apalagi jika kita pergi ke wilayah pedalaman Wamena, Yahukimo, Nduga, Pegunungan Bintang, Paniai dan lain sebagainya. Rendahnya kesejahteraan, sulitnya transportasi, minimnya teknologi, saling berkelindan membentuk persoalan kian kompleks.

Di wilayah pedalaman dan pegunungan tersebut sangat banyak hal yang “tidak tersentuh”. Tidak tersentuh hukum, tidak tersentuh pendidikan, tidak tersentuh pemberdayaan, tidak tersentuh teknologi, tidak tersentuh kesejahteraan, tidak tersentuh pembinaan, tidak tersentuh pelayanan. Seorang pengurus Parpol di Propinsi Papua mengatakan, di wilayah pegunungan Papua sesungguhnya tidak pernah ada Pemilu. Tidak terbayang bagaimana menghadirkan kotak dan surat suara, membuat TPS, menghadirkan saksi dan lain sebagainya di wilayah pegunungan tersebut. Kendati tidak ada Pemilu, namun selalu ada berita acara dan hasil akhir perolehan suara.

Inilah salah satu PR besar Pemerintah Indonesia. Menjaga keutuhan NKRI tidak cukup dengan doktrin nasionalisme dan patriotisme. Menjaga keutuhan NKRI harus dimulai dengan “menyentuh” semua wilayah secara adil. Hukum dibuat untuk ditegakkan di seluruh wilayah NKRI tanpa kecuali. Pemerataan kualitas pendidikan untuk diterapkan di seluruh wilayah NKRI. Kesejahteraan harus bisa menyentuh semua wilayah NKRI tanpa kecuali. Pengembangan teknologi harus bisa menyentuh semua wilayah NKRI.

Ancaman yang sesungguhnya di depan mata bukanlah OPM (Organisasi Papua Merdeka), karena saya sangat yakin dengan kemampuan TNI dan Polri dalam menanganinya. Betapa mudah Densus 88 meringkus teroris, maka sedemikian mudah pula aparat TNI dan Polri akan mampu mengalahkan gerakan OPM. Itu harusnya masalah sederhana saja.

Ancaman kita sesunggunya adalah kualitas sumber daya manusia. Rendahnya kualitas SDM menjadi keniscayaan akibat buruknya kualitas pendidikan, rendahnya kesejahteraan, minimnya sarana dan prasarana di wilayah pedalaman, masih ditambah lagi dengan lemahnya penegakan hukum, mentalitas birokrasi dan sebagian pejabat publik yang tidak bisa menjadi teladan. Apalagi dibumbui ketidakkompakan antar lembaga negara yang sangat tampak di depan mata. Komplit sudah. Para elit terlibat konflik, pecahnya di tanah Papua.

Semua faktor itu telah menjalin ikatan dan rajutan yang saling menguatkan. Setiap kali ada konflik dan kerusuhan di tanah Papua, sulit mencari kesimpulan, sulit mencari aktor intelektual, sulit mencari penjelasan dan akhirnya sulit pula menyelesaikan. Apa yang sesungguhnya terjadi ? Lalu siapa yang harus bertanggung jawab atas segala kondisi ini ?

I-ni Bu-di……

I-ni i-bu Bu-di……

Mungkinkah Budi yang harus bertanggung jawab ? Atau ibu Budi ? Hah ? Ngawur. Pasti Budi akan marah. Apalagi ibunya. Itu kan hanya nama rekaan dalam pelajaran membaca di Sekolah Dasar.


Jayapura, 19 Nopember 2011
Oleh : Cahyadi Takariawan
Sekretaris MPP, Tinggal di Jogjakarta

Senin, 14 November 2011

Bermanfaat Bagi Orang Lain

Sesuai rencana, hari ini, kita bahas, nafiunlighoirihi atau dengan bahasa lain, Apa manfaat Keberadaan Kita bagi orang lain.
Apa urgensinya seorang kader dakwah harus bermanfaat bagi orang lain? setidaknya ada 7 alasan kenapa kita harus bermanfaat:
Pertama, ini adalah tuntutan keimanan. Siapa yang mengaku beriman, dia harus bermanfaat bagi orang lain sebagai bukti iman, berupa amal 
Kedua, Islam adalah agama Amalnyata, dan banyak amal shalih mendidik kita untuk bermanfaat bagi orang lain. 
Ketiga, bermanfaat adalah sunnah nabawi. Nabi diperintah untuk menjadi rahmat bagi semesta artinya, bermanfaat adalah jejak Rahmat 
Keempat,bermanfaat adalah salah satu dari muwashofat kader tarbiyah. nafiunligoirihi, pamungkas tapi penting untuk pembuktian syakhsiyah.
Kelima, bermanfaat dibutuhkan dalam ukhuwah islamiyah. Ukhuwah tanpa manfaat akan kering bak tanaman tapi sedang tak berbuah. 
Keenam,    bermanfaat adalah tuntutan masyarakat. Siapa yang banyak berperan dalam manfaat, dia akan diterima di masyarakat dalam skala masing-masing
Ketujuh,   bermanfaat adalah fitrah manusia, karena manusia itu makhluq sosial, dan manfaat salah satu parameter keberhasilan sosialisasi 

Setelah tahu urgensi kenapa kita harus bermanfaat bagi orang lain, kita harus mencari tahu dalam diri, apa manfaat yang sudah kita berikan. Bermanfaat bagi orang lain, bisa memakai media, sarana, berupa tindakan,bantuan, pertolongan, pemberian, partisipasi dan karya.
Dari sekian banyak contoh bermanfaat, ada sedikitnya 6 contoh manfaat dampaknya besar bagi perjalanan dakwah dan tarbiyah. Manfaat besar itu kalau kita melakukannya, anda layak disebut sebagai pahlawan bagi orang lain. apa saja contoh manfaat besar itu? 
Pertama, menyelamatkan nyawa orang lain. Keberadaan kita malah membuat orang lain tertolong, secara jiwa raga, ini manfaat besar. 
Kedua,  mengIslamkan. inilah manfaat yang harus menjadi cita para du'at dimanapun kita berada. Agar mereka menjadi selamat dunia akhirat.
Ketiga,  menjadi jalan bagi hidayah agar orang lain beragama secara kaaffah. Inilah manfaat dengan kita menjadi murobbi bagi orang lain. 
Keempat, menyelamatkan orang dari kemiskinan.bisa dengan ekonomi atau dengan filantropi. Jika ini dikerjakan, manfaatnya akan besar bagi orang miskin 
Kelima,  mencerdaskan orang lain. Semua upaya kesana, akan memberi manfaat besar bagi hidup orang lain sekarang dan masa depan. 
Keenam, hadirkan solusi bagi masyarakat, baik skala kecil (RT/RW) sampai skala negara.Pekerjaan bermanfaat ini hanya oleh agent of  change

Sekarang saatnya beramal, hadirkan manfaat bagi orang lain. Jadilah kaum amaliyyun,bukan kaum komentator atau suka menyalahkan orang 
Sumber: Kultuit #Manfaat dari @ayotarbiyah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons