UPDATE BERITA PKS:
« »

Minggu, 30 Desember 2012

MANFAAT SIRIH MERAH



Dalam Dunia kesehatan , sirih merah memiliki multi fungsi untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Hal ini di percayai karena dalam sebuah penelitian mendapatkan bahwa banyak zat-zat yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit


Sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi
Sejak jaman dahulu tanaman sirih merah telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, selain itu sirih merah memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Sirih merah digunakan sebagai salah satu bagian pen-ting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ”ngadi saliro”. Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan menyembuhkan penyakit keputihan serta bau tak sedap.

Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini masih sangat kurang terutama dalam pengembangan sebagai bahan baku untuk bio-farmaka. Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya ber-dasarkan pengalaman yang dilaku-kan secara turun temurun dari orang tua kepada anak atau saudara ter-dekat secara lisan. Di Jawa, ter-utama di Kraton Jogyakarta, tanam-an sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat me-nyembukan penyakit ambeien, ke-putihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih merah inilah yang berfungsi sebagai anti mikroba.

Selain bersifat antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuh-kan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyem-buhkan penyakit hepatitis.

Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana pasiennya yang berobat sem-buh dari diabetes karena meng-konsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit.

Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi.

SIRIH MERAH OBAT KANKER
Kanker, terutama kanker payudara bagi sebagian besar orang adalah sebuah penyakit yang sangat menakutkan. Penyakit ini, biasanya adalah penyakit keturunan, sama halnya dengan diabetes, biasanya diturunkan melalui gen orang tuanya. Contoh, jika sang ibu terkena kanker payudara, biasanya keturunan kedua atau cucunya ada salah satu yang terkena penyakit menakutkan ini.
Tapi, jangan khawatir. Kata Rosululloh SAW, Semua penyakit ada obatnya kecuali pikun. Disini saya akan berbagi pengalaman, tepatnya bukan saya, tapi cerita dari Bapak Arief Kusniarto yang telah berbagi pengalamannya mengenai terapi sirih merah untuk mengobati penyakit kanker payudara. Cerita beliau tentang obat kanker payudara adalah seperti ini…

Annisa, Adik saya, perempuan, umur 33 tahun, menderita kanker payudara. Sebetulnya dia sudah lama merasakan adanya benjolan di dekat payudara, sejak lebaran tahun kemarin, tetapi karena tidak terasa sakit, maka diabaikan. Dan ketika saya bulan agustus tahun 2007 kemarin, ketika keluarga kami berkumpul, dia berkata bahwa benjolannya sedikit membesar, tetapi tidak terasa sakit, sehingga belum ada upaya untuk berobat ke dokter dan hanya diobati dengan cara tradisional, misalnya diolesi dengan minyak tawon, busa kayu, minum kunyit putih atau lainnya. Namun ketika pertengahan bulan puasa kemarin, sakitnya terasa sekali dan kesulitan menggerakkan tangan.

Dan dalam waktu 2 bulan, benjolannya membesar dari sebesar kelereng menjadi sebesar telur ayam, pada bagian pinggir payudara disebelah bawah ketiak. Ketika dibawa ke RS PMI bogor, dilakukan beberapa kali pemeriksaan dan dipastikan perlu dilakukan operasi untuk mengangkat jaringan kanker tersebut. Dari pengalaman RS PMI, pengangkatan mungkin agak susah mengingat jaringan kanker tersebut menempel pada jaringan tubuh yang lain. Diperkirakan, operasinya biasanya memerlukan waktu cukup lama, sekitar 5 jam. Kemudian untuk lebih yakin, adik saya memeriksakan diri ke RS Dharmais Jakarta dan diagnosanya adalah kanker payudara stadium 3, sudah merambat ke jaringan kelenjar ketiak, dan harus dioperasi dan dilanjutkan dengan kemoterapi paling sedikit 6 kali. Pada saat itu, adik saya merasa belum siap operasi (baik mental maupun biaya, karena biayanya cukup mahal) sehingga mencoba mengobatinya dengan pengobatan alternatif. Kebetulan pula, saya mempunyai tanaman sirih merah, yang sengaja saya bawa dari rumah mertua di Sragen. Waktu itu saya diberi tahu bahwa tanaman sirih merah dapat untuk mengobati kanker atau penyakit lainnya. Dan saya baca di beberapa referensi bahwa sirih merah mengandung anti biotik yang cukup tinggi. Saya pernah coba ketika sakit radang tenggorokan dan tidak sempat ke dokter, saya minum rebusan daun sirih merah satu lembar yang sudah di rajang halus dan direbus dengan satu gelas air selama 10 menit. Ternyata radang tenggororkan saya sembuh. Sehingga saya yakin bahwa sirih merah ini merupakan obat antibiotik alami. Sehingga sekarang kalo radang tenggorokan saya kumat saya minum rebusan sirih merah dan mengurangi minum obat kimia lagi.

Dari pengalaman tersebut, saya beri adik saya beberapa daun sirih merah. Satu lembar daun sirih merah dihancurkan seperti pasta, lalu diberi air mendidih satu gelas. Setelah dingin, di minum 2 kali sehari pagi sore. Reaksinya langsung terasa dua sampai tiga jam kemudian, daerah sekeliling benjolan terasa sakit sekali, tetapi bukan pada pusat benjolannya. Rasa sakit ini terasa sampai hari ketiga setiap kali sehabis minum sirih merah, setelahnya rasa sakitnya mulai terasa berkurang. Dan adik saya minum sirih merah ini selama 3 minggu sebelum akhirnya dioperasi pada tanggal 28 November kemarin. Operasi yang diperkirakan makan waktu 5 jam, ternyata bisa selesai lebih cepat, hanya sekitar 2 jam saja. Yang membuat mudah adalah jaringan kanker tersebut sudah mulai layu dan membentuk bulatan yang lepas dari jaringan tubuh, dan akar akar kankernya sudah mati diujung ujungnya, sehingga memudahkan dokter untuk mengambil jaringan akar karena sudah mati. Jadi, sepertinya pengobatan sirih merah ini mematikan akar akar jaringan kanker sehingga jaringan induknya akan mati karena supply nutrisinya dihentikan. Saat ini adk saya masih dirawat di RS PMI dalam masa pemulihan pasca operasi. Mohon doa restunya semoga cepat pulih.

Saya ingin share pengalaman ini, barangkali ada saudara atau teman dari rekan rekan sekalian mengalami sakit kanker, mungkin memakai pengobatan sirih merah menjadi jalan untuk mencapai kesembuhan. Dan jangan lupa berdoa, karena kesiapan mental berpengaruh sangat besar dalam proses penyembuhan. Saya baca juga bahwa sirih merah bisa membantu mengatasi diabetes melitus.

Oleh Agustin Naik Titin, SP


Kamis, 27 Desember 2012

ROAD to MAHAMERU 3.676 mdpl


Bagian 1: Hanya 2 Hari Menaklukkan MAHAMERU

Oleh : Kukuh Ahmad

Alhamdulillah sampai sekarang masih ada semacam rasa bangga ketika banyak pendaki yang takjub dengan waktu yang kami habiskan untuk menaklukkan puncak tertinggi di pulau jawa. Apa yang istimewa? Karena umumnya waktu yang dibutuhkan oleh para pendaki untuk menaklukkan puncak mahameru dari titik pemberangkatan di Ranu Pani sampai kembali lagi ke Ranu pani adalah 4 hari, paling cepat 3 hari. Nah, tim kecil kami melakukannya hanya 2 hari saja!.. Alhamdulillah Allahu Akbar!

Berangkat dari Ranu pani hari Kamis tanggal 15 November 2012 pkl. 09.00 WIB. Sampai di Ranu Kumbolo sekitar pkl. 12.00 WIB untuk melakukan sholat dhuhur dan ashar (di jama’) kemudian langsung melanjutkan perjalanan sampai pkl. 16.30 WIB kami berhenti di Kalimati. Disana istirahat, mengisi energi dan sholat maghrib-isya’ kemudian pkl. 23.00 WIB dari Kalimati kami memulai pendakian ke Mahameru. Alhamdulillah, sampai di puncak “kemenangan” pkl. 05.30 pada hari Jum’at tanggal 16 November 2012. Allahu Akbar!

Kemudian, sekitar pkl.06.00 WIB kami memutuskan turun dari Mahameru. Dan pada pkl. 14.00 WIB anggota kelompok kami yang terakhir tiba di ranu kumbolo. Nah mulai dari sini kami memecah menjadi 2 kelompok kecil karena personel kami ada yang lututnya cedera sehingga pergerakan agak terhambat. Kelompok pertama yang berjumlah 5 orang berhasil tiba kembali di Ranu Pani (start pemberangkatan) sekitar pkl. 16.00 WIB hari jum’at tanggal 16 November 2012. Dan kelompok kedua yang terdapat anggota tim yang cedera, terakhir tiba di Ranu Pani pukul 20.00 WIB.
Allahu Akbar! Kami menyelesaikan penaklukan semeru dalam 2 hari!

Tapi, saya yakin yang menghabiskan waktu hanya 2 hari untuk menaklukkan Mahameru bukan hanya kami. Walaupun sangat jarang sekali.

Baiklah, Mahameru itu adalah puncak tertinggi di pegunungan Semeru yang terletak di kabupaten Lumajang dan Malang. Ketinggiannya adalah 3.676 mdpl. Puncak itu sangat terkenal di kalangan para pendaki atau teman-teman pecinta alam karena disamping dia merupakan puncak tertinggi di Pulau jawa, jalur pendakiannya juga terkenal sulit dan ekstrim, jadi orang-orang yang berhasil sampai ke puncaknya semacam mendapat kebanggaan dan kehormatan di kalangan para pendaki. Selengkapnya tentang mahameru bisa dipelajari di internet.

Nah, saya akan menganggap itu sebuah kesuksesan karena itu adalah pendakian pertama kali saya di mahameru dan menghabiskan waktu yang lumayan singkat tidak seperti kebanyakan pendaki.

Inilah kunci suksesnya kenapa bisa menaklukkan mahameru dalam waktu hanya 2 hari saja dan di pendakian pertama.
1.           Mengawali dengan berdo’a, ketaatan pada Allah dan menjauhi maksiat.
Kami mengawali pendakian dengan do’a kepada Allah, karena Dia-lah pemilik alam semesta raya. Dia-lah yang memiliki Mahameru dan memiliki kekuasaan penuh terhadapnya. Dia-lah yang berkuasa untuk memerintahkan Mahameru “mengamuk” dan Dia juga yang berkuasa menenangkan gunung tertinggi di Jawa itu sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk kami daki.
Bukan jin, demit, gendruwo, kuntilanak dan sebangsanya yang kami mintai izin. Mereka semua juga makhluk-Nya. Kami izin mendaki dan berdo’a cukup kepada Allah saja penguasa kami dan segala makhluk di bumi.
Dan selama perjalanan, kami tak pernah meninggalkan sholat dalam kondisi apapun karena itu kewajiban kami sebagai hamba.
Dalam perjuangan untuk mewujudkan impian, seharusnya kita juga sama. Izin dan berdo’a kepada Tuhan yang menggenggam jiwa-jiwa kita.

2.           Dibimbing Oleh Orang Yang Sudah Berpengalaman
Jujur, sebagian diantara kami pun awalnya masih ragu-ragu dan saling bertanya-tanya apa benar-benar mungkin mendaki hanya 2 hari? Kami mendaki bersebelas orang, dan yang memandu kami adalah orang lokal (Lumajang) yang sebelumnya sudah mencapai puncak Mahameru. Sehingga kami memiliki gambaran rute yang jelas dan estimasi waktu yang lebih terukur untuk mensukseskan misi kami dengan efektif dan efisien.
Jadi kata kunci berharga yang bisa diambil adalah untuk sukses milikilah PEMBIMBING atau MENTOR yang tepat yang sudah pernah mencapai apa yang kita cita-citakan.

3.           Membawa Perbekalan Yang Minimalis
Kunci yang selanjutnya adalah membawa bekal yang tidak terlalu banyak, karena kami hanya merencanakan perjalanan selama 2 hari saja maka perbekalan yang dibawa pun lebih sedikit dari pendaki yang lainnya. Tentu saja semakin sedikit beban yang dibawa maka pergerakan akan semakin lincah dan praktis. Dan juga biaya yang dibutuhkan semakin sedikit.
Kunci sukses yang berikutnya adalah sukses membutuhkan perencanaan yang baik dengan pengetahuan yang akurat, karena itu akan berimbas pada jumlah sumberdaya yang dibutuhkan mengejar kesuksesan. Semakin akurat dan terukur dengan baik maka sumberdaya yang dibutuhkan menjadi semakin sedikit.

4.           Bernegosiasi Dengan Rasa Lelah Dan Nyeri
Sudah pasti, untuk menempuh waktu naik dan turun hanya 2 hari saja akan membuat tim kecil ini harus mengurangi waktu istirahatnya. Saya sendiri selama perjalanan hanya sempat tidur tidak sampai 2 jam di Kalimati (walaupun yang lainnya sempat tidur agak lama). Selanjutnya yang ada hanya bergerak dan terus bergerak. Walaupun lelah, lapar dan nyeri menggelayut, kami harus bernegosiasi dengan tubuh kami dan memaksanya sampai batas kemampuan yang tertinggi.
Kunci sukses yang berikutnya adalah ada HARGA atau pengorbanan yang harus di bayar dari setiap pencapaian kesuksesan. Dan untuk mendapatkan yang terbaik adalah dengan mengerahkan SEMUA POTENSI yang kita miliki sampai pada batas terakhirnya.

5.           Bekerja Dengan Tim
Sangat berat rasanya menaklukkan mahameru seorang diri, walaupun bisa. Dan begitu pula untuk sukses, sangat berat tanpa bantuan orang lain.
Akhirnya, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang kesuksesan dari pendakian Mahameru.

Rabu, 26 Desember 2012

Kejayaan Ummat Ini Ada di Tangan Kalian Wahai PEMUDA


Ibnu Abbas r.a. berkata: “Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (yakni antara 30-40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang ‘alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda saja. Kemudian Ibnu Abbas r.a. membaca firman Allah swt. dalam surat Al Anbiya ayat 60: “Mereka berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. (Tafsir Ibnu Katsir III, halaman 183)

Idealnya, seorang pemuda harus memiliki semangat yang hebat. Mengingat fisik mereka yang masih kuat. Dalam sejarah, usia para pemuda Islam yang pertama mendapatkan pembinaan di Daarul Arqaam rata-rata sekitar 20 tahunan. Yang paling muda adalah Ali bin Abi Thalib, waktu itu usianya masih 8 tahun hampir sama dengan Az-Zubair bin Al ‘Awwam. Kemudian dalam pembinaan Rasul itu masih ada Ja’far bin Abi Thalib yang saat itu usianya 18 tahun, Usman bin ‘Affan, usia 20 tahun, Umar bin Khaththab sekitar 26 tahun dan Abu Bakar As Shidiq yang sudah berusia 37 tahun saat itu. Dan masih banyak lagi para sahabat yang semuanya masih relatif muda usia. Mereka bersemangat dalam mengikuti pembinaan Rasulullah. Aqidah Islam yang ditanamkan Rasul mampu mengubah pola pikir mereka tentang kehidupan.
Bahkan dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Abdullah Ibnu Umar, yang masih berusia 13 tahun dan Al Barra’ ngotot ingin berperang bersama pasukan Rasulullah dalam perang Badar, namun oleh Rasulullah ditolak karena masih kecil. Tahun berikutnya pada perang Uhud, beliau tetap ditolak, hanya Al Barra’ yang boleh ikut. Barulah keinginannya yang tak tertahankan itu terpenuhi pada saat perang Ahzab, Rasul memasukkannya ke dalam pasukan kaum muslimin yang akan memerangi kaum musyrikin (Shahih Bukhari jilid VII, hal. 226 dan 302)
Semangat seperti inilah yang saat ini sulit ditemukan dalam diri pemuda Islam. Kalau pun ada itu hanya sedikit saja yang memilikinya. Jangankan untuk berjihad, dalam menuntut ilmu saja, pemuda kita sudah bosan dan tak bersemangat. Yang muncul justeru semangat dalam tawuran dan tindak kriminal lainnya.
Seorang pemikir dari Beirut, Musthafa Al Ghalayaini berkata: “Adalah terletak di tangan para pemuda kepentingan umat ini, dan terletak di tangan pemuda juga kehidupan umat ini.” Kemudian Musthafa Kamil, pemikir dari Mesir berkomentar: “Pemuda yang bodoh, beku (tidak punya ruh jihad) untuk memajukan bangsa, matinya itu lebih baik daripada hidupnya.” Rasanya, komentar-komentar yang dilontarkan para pemikir Islam ini tak mengada-ngada. Dan bukan pula menekan para pemuda. Justeru memberikan gambaran yang jelas bahwa pemuda yang ideal adalah yang mampu menjadi pelopor dalam kemajuan bangsanya. Bukan pengekor. Yang hanya menjadi sapi perah peradaban yang rusak.
Menyikapi peran pemuda, Imam Asy Syafii mengatakan bahwa: “Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).” Seorang pemuda harus memiliki ilmu dan ketakwaan, dan yang pasti, mereka harus menjadi kebanggaan umat. Harus menjadi teladan yang diidamkan siapa saja. Tentu saja, teladan dalam kebaikan, bukan dalam kejahatan. Sepertinya para pemuda mesti mencontoh Usamah bin Zaid yang masih muda belia, usianya 18 tahun saat diangkat menjadi panglima perang oleh Rasulullah untuk memimpin pasukan kaum muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yanag berada di bawah kekuasaan Romawi. Menakjubkan!
Tentu saja, untuk menghasilkan para pemuda pilihan seperti itu dibutuhkan pembinaan yang benar dan baik kepada para pemuda. Lingkungan keluarga wajib memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan kepribadian pemuda kita. Masyarakat dan negara pun perlu memberikan suasana kondusif bagi pembinaan pemuda. Memberikan pengawasan yang baik, bukan malah memberikan pengaruh buruk. Ilmu yang dibarengi dengan ketakwaan akan menjadikan para pemuda memiliki peran yang besar dalam kemajuan sebuah bangsa dan peradaban. Dan tak mustahil, akan menjadi pemuda idaman bagi umat. Wallahu’alam

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=508940272471389&set=a.192406337458119.50757.158262277539192&type=1

Selasa, 25 Desember 2012

Partaiku surgaku?


Oleh
Iqbal Abdur Rofiq




Partaiku surgaku? Itulah sebuah pernyataan yang berbalik menjadi pertanyaan, “kok bisa”. Merujuk kepada sebuah hadits Rasulullah baiti jannati (rumahku surgaku)sepertinya juga tidak begitu terkesan memaksakan menyematkan partai kita adalah surga kita, karena pada prinsipnya sebuah tandzim (organisasi) atau Hizb (partai) adalah sebuah rumah atau wadah tempat kita berhimpun merapatkan barisan dalam rangka mengorganisir kebaikan.

Saya lebih suka menyebut partai saya (PKS.red) dengan istilah tandzim daripada hizb karena menurut saya PKS bukanlah hanya partai yang berorientasi kepada politik dan kekuasaan tapi jauh lebih dari pada itu, PKS memiliki tujuan untuk membangun tatanan ummat atau istilah umumnya adalah masyarakat, dimana partai adalah sebagai rumah sekaligus benteng pertahanan untuk melindungi diri dari serangan musuh-musuh islam

Banyak sekali kegunaan rumah bagi seseorang. Ia adalah tempat makan, tidur, istirahat, dan berkumpul dengan keluarga, isteri dan anak-anak, juga tempat melakukan kegiatan yang paling pribadi dari masing-masing anggota keluarga. Allah  berfirman:



“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab : 33)


Jika kita renungkan keadaan orang-orang yang tidak memiliki rumah, yakni orang-orang yang hidup di pengasingan, di emper-emper jalan serta para pengungsi yang terusir di perkemahan-perkemahan sementara, niscaya kita memahami benar nikmatnya ada di rumah.
Begitu besar potensi ummat islam di negeri ini yang jika diberdayakan akan menjadi kekuatan yang dahsyat, akan tetapi banyak diantara mereka yang enggak untuk bergabung untuk membangun sebuah organisasi pergerakan (harakah) apalagi organisasi politik (hizb) dengan berbagai macam alasan diantaranya ada yang mengatakan politik itu kotor, lebih baik saya netral, bahkan ada yang apatis dengan mengatakan percuma, apapun yang dilakukan tidak akan membawa perubahan. Memang inilah krisis yang sedang dialami bangsa kita, saya sepakat dengan apa yang dikatakan Prof. Azzumardi Azra guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam sebuah media cetak nasioanal, beliau mengatakan bangsa Indonesia saat ini terjebak dalam keadaan Psycology of The Loser atau psikologi pecundang dengan karakter apologetik dan mudah menerima dengan keadaan dengan merasa percuma begini, percuma begitu apalagi masuk partai pasti ujung-ujungnya kekuasaan dan duit dan lain sebagainya itulah pandangan yang begitu banyak saya dapati di masyarakat sekitar kita.

Wahai kader dakwah kita harus yakin “we are on the rack place” inilah tempat yang kita pilih dari rumah inilah kita akan mendapatkan syurganya, apapun amanah yang kalian dapatkan, dimanapun pos kalian di tempatkan berusahalah menjadi yang terbaik, kita bangun rumah kita ini sebagai rumah yang teduh, rumah yang kokoh yang mampu melindungi orang-orang yang tinggal didalamnya dan bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya, bahkan kita mampu mengajak  dan mengingatkan mereka yang berusaha untuk merobohkan bangunan ini.

Kalian adalah orang yang dipilih Allah untuk terus bersama dakwah ini, dikala satu persatu aktivis berguguran meninggalkan kalian dengan seabrek amanah, tapi kalian masih setia menapakkan kaki. Berjuang menepis segala rintangan, menghantam gelombang yang datang. Tegar dalam badai, kudapati pada kalian wahai aktivis kader PK Sejahtera.

Kalian dipilih oleh Allah untuk terus berjuang lewat jalur siyasi. Banyak suara sumbang yang merobek gendang telingamu, menghentak dan menghempaskan perasaanmu. Saya tahu banyak air mata aktivis PKS yang bercucuran karena hinaan dan celaan yang begitu menyakitkan. Bahkan celaan itu dari mereka yang mengerti agama.
Wahai kader dakwah kerja-kerja amanah dari Allah bukan sebenarnya bebanan dari Allah untuk menyusahkan kita, tapi sebagai offer tiket pantas untuk ke surga

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons